morfologi alga

Algae adalah kumpulan organisme eukariotik uniseluler yang dapat melakukan fotosintesis. Algae termasuk dalam kingdom Protista (organisme eukariotik uniseluler), dan memiliki divisi Chlorophyta (memiliki klorofil). Adanya klorofil membuat Algae bersifat autotrof, yaitu dapat menghasilkan karbohidratnya sendiri seperti tumbuhan. Walaupun memiliki klorofil, Algae tidak selalu berwarna hijau karena bisa saja memiliki pigmen lain seperti karotenoid (jingga), phycoeritrin (merah) dan xantofill. Terkadang warna-warna pigmen lain ini lebih dominan sehingga menutupi warna hijau klorofil dan akibatnya Algae tidak berwarna hijau (Singleton dan Sainsbury, 2006).

Algae dapat hidup sebagai uniseluler soliter, namun dapat juga membentuk koloni berbentuk filament, bola, hingga berbentuk multiseluler seperti tumbuhan. Algae memiliki habitat yang bervariasi dari laut, badan air tawar (kolam, danau) dan tanah, tetapi syarat utama untuk habitat Algae adalah memiliki kelembaban yang tinggi. Beberapa jenis Algae laut hidup bersimbiosis dengan koral, kerang raksasa atau sponge. Algae ini menyediakan karbohidrat bagi simbionnya, sementara Algae mendapat perlindungan dan tempat tinggal. Bentuk simbiosis Algae di daratan adalah lichen (lumut kerak) yang merupakan simbiosis Algae dan fungi (Schooley, 1997).

Algae memiliki kesamaan dengan tumbuhan antara lain memiliki klorofil a dan b serta pigmen aksesoris yaitu karotenoid, juga menyimpan makanan dalam bentuk amilum dan memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Kemiripan ini mengindikasikan bahwa secara evolusioner, Algae adalah nenek moyang dari tumbuhan (Postlethwait dan Hopson, 2006).

Algae berkembangbiak baik dengan jalur seksual maupun aseksual. Kedua fase ini sama-sama menggunakan spora. Pada jalur aseksual, sporanya diploid dan pada jalur seksual, sporanya haploid. Satu individu Algae hanya dapat memiliki sifat jantan atau betina, tidak dapat kedua-duanya. Spora Algae bersifat motil, yaitu dapat bergerak aktif karena memiliki flagel. Spora ini akan berenang hingga mencapai suatu tempat, kemudian akan tumbuh menjadi individu baru. (Purves dan Sadava. 2003).

Algae memiliki berbagai peran penting dalam kehidupan. Fotosintesis Algae adalah sumber utama oksigen di ekosistem lautan. Algae juga berperan sebagai produsen dalam rantai makanan komunitas perairan. Beberapa genus Algae seperti Spirullina dan Chorella memiliki kadar protein yang tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai Protein Sel Tunggal. Algae juga digunakan sebagai bahan pembuatan agar dan sumber karageenan. Selain itu, Algae juga memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga dapat dijadikan sumber biofuel (Robinson, 2001)

 

Postlethwait dan Hopson. 2006. Modern Biology. Holt, Rinehart and Winston. Texas.

Purves dan Sadava. 2003. Life The Science of Biology 7th Edition. Sinauer Associates Inc. New York.

Robinson, Richard. 2001. Biology Macmillan Science Library. Macmillan Reference. USA.

Schooley, James. 1997. Introduction to Botany. Delmar Publisher. New York.

Singleton dan Sainsbury. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology 3rd Edition. John Wiley and Sons. Sussex, England.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s